5 Contoh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Diposting pada

Ada beberapa contoh bentuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang saat ini dikelola masyarakat untuk menghasilkan pendapatan untuk mempertahankan kehidupan mereka. Selain itu, kelompok usaha kecil dan menengah (UMKM) ini tidak cenderung diremehkan, karena perusahaan ini sangat bermanfaat bagi kaum milenial ketika belajar memulai bisnis dan banyak yang berhasil mengembangkan bisnis itu.

nah biasa nya ada etika bisnis yang harus di taati untuk melakukan usaha tersebut. Etika Bisnis ini di gunakan agar tidak terjadinya kesalahpahaman masayarakat yang ingin melakukan kegiatan berusaha. nah dibawah ini ada beberapa contoh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Antara lain sebagai berikut

1. Produk kosmetik.

5 Contoh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

Produk untuk perawatan kulit dan kecantikan juga bisa menjadi pilihan untuk memulai bisnis kecil dan menengah Anda. Karena industri kosmetik dan perawatan kulit di Indonesia memiliki masa depan yang cerah.

Menurut laporan dari Kementerian Perindustrian, industri kosmetik mencatat pertumbuhan 20 persen pada 2017. Menurut laporan dari Kementerian Perindustrian, 95 persen industri kosmetik nasional didominasi oleh usaha kecil dan menengah.

Menurut Sekretaris Industri Airlangga Hartanto, target pasar sekarang adalah pasar potensial untuk industri kosmetik dan perawatan kulit, tidak hanya untuk wanita tetapi juga untuk pria. Selain itu, tren penggunaan bahan-bahan alami juga populer di kalangan konsumen kosmetik Indonesia.

Jadi, jika Anda ingin memulai perusahaan kosmetik dan perawatan kulit berukuran kecil dan menengah, Anda juga harus menargetkan pria dan menggunakan bahan-bahan alami.

2. Perlengkapan Bayi

Perlengkapan Bayi

Jenis usaha kecil dan menengah ini mungkin terlihat biasa-biasa saja. Namun, menurut lembaga penelitian Sigma Research Indonesia, pasar untuk produk ini pada 2017 bernilai Rs.18.1 miliar.

Mengingat peluang bisnis yang luar biasa di industri ini, Anda dapat memulai bisnis kecil dan menengah dengan menjadi reseller produk bayi seperti botol, pakaian bayi, mainan bayi, dan perlengkapan mandi bayi.

3. Make Up Artis (MUA)

Kecuali Anda tertarik pada bisnis kecil dan menengah yang menjual produk, layanan komersial juga tersedia, termasuk Make Up Artist (MUA). Bisnis ini menjadi semakin populer karena semakin banyak wanita dengan makeup profesional ingin terlihat lebih cantik.

Layanan ini biasanya diperlukan pada saat-saat seperti kelulusan, lamaran pekerjaan, pernikahan, pemotretan dan acara penting lainnya. Jika Anda sudah memiliki pengetahuan yang cukup, Anda juga dapat mengatur kelas rias atau kursus rias.

Untuk menjangkau lebih banyak konsumen, Anda harus hadir online dengan mendaftar di direktori artis seperti HelloBeauty atau Go Glam. Lebih baik lagi, Anda memiliki situs web resmi.

4. Kuliner

Bisnis kuliner tidak pernah mati. Di Indonesia, bisnis kuliner, dengan nilai 383 miliar rupee, berkontribusi 41,40 persen terhadap produk domestik bruto industri kreatif Indonesia.

Dengan hadirnya layanan pengiriman seperti Go Food dan Grab Food, bisnis kuliner online semakin sukses. Layanan pengiriman bahan makanan ini memungkinkan pelanggan untuk memesan bahan makanan secara online, dan bahan makanan dikirim di tempat pesanan.

Dengan menggunakan layanan pengiriman bahan makanan online, Anda dapat memfasilitasi tugas mereka yang sibuk atau tidak dapat langsung pergi ke toko. Go Food telah bekerja dengan lebih dari 100.000 mitra, 80 persen di antaranya adalah usaha kecil dan menengah.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis kecil dan menengah di bidang kuliner, penting untuk bekerja dengan layanan pengiriman online. Dengan cara ini, bisnis kuliner Anda dapat menarik lebih banyak pelanggan online.

5. Furniture

Bisnis furnitur tidak sepopuler di dunia maya seperti bisnis lainnya. Namun, bisnis furnitur berkontribusi 16,9 persen terhadap penjualan e-commerce Indonesia pada 2017.

Sekarang, pelanggan tidak perlu lagi mengunjungi toko secara langsung untuk membeli furnitur yang mereka inginkan. Pelanggan dapat melihat furnitur yang ingin mereka beli online dan beli online. Atau pelanggan dapat melihat furnitur secara online dan berbelanja.

Bagi mereka yang ingin memulai bisnis kecil dan menengah di bidang ini, mereka harus mulai memasarkannya secara online. Anda dapat membuat situs web furnitur Anda sendiri secara online dan berkolaborasi dengan pasar furnitur khusus.

Sumber Artikel : Kuliahpendidikan.com