Ajari Anak Hal yang Benar sejak Dini

Diposting pada

“Hal paling salah dan paling konyol yang sering saya lakukan adalah melarang anak jajan sembarangan. Tapi diam-diam saya yang membeli jajanan tersebut dan memakannya,” ungkap Indah Permatasari, mama dari Adry Putra Ramadhan(4,5). Senada dengan itu, Dewi, mama dari Varezy (11), Daanish (4), dan Ahnaaf (1,5), mengatakan, “Saya suka melarang anak nonton televisi berlama-lama dengan alasan mata nanti rusak, acaranya enggak bagus buat mereka, dan lain-lain. Tapi kalau anak-anak sudah ke sekolah, saya yang berlamalama di depan teve.” Atau, Dian Sulistiana yang selalu mengajari buah hatinya, M. Rayyan Sugiyanto (3,9) agar sepatu dan sandal ditaruh dengan rapi pada tempatnya, tetapi dirinya sendiri kalau kepepet suka ngawur menaruhnya.

“Apalagi kalau dikejar waktu, waaahhh lokasi sandal, heels, dan lainnya bisa di sana sini,” akunya. Sudah begini, pantaslah kalau anak-anak komplain. Seperti yang dialami Hesty Aries oleh sang buah hati, Athaya Heidar Fazadhiya (8,5), “Saya sering mengajari anak supaya jangan suka jajan dan jangan boros. Tapi kalau lagi belanja, saya suka khilaf, apa aja dibeli. Akhirnya dikomplain deh sama anakku. Katanya, ‘Ibu boros suka ngabisin duit buat beli tas, sepatu, dan lain-lain, padahal udah punya banyak.’ Hadeeuuhh… kena deh saya!” Hal yang sama dialami juga artis Intan RJ, mama dari Almira Fathin na Kirana Utama (2) dan Abdullah Maulana Utama (5 bulan). “Sebagai orangtua, saya membiasakan anak-anak berbicara dengan bahasa yang baik, dengan intonasi suara lembut, yang enak didengar gitu deh.

Intinya, gak pakai bahasa dan kata-kata kasar. Tapi, namanya juga manusia yang suka khilaf, saat itu di depan Almira bilang, ‘Aaah dasar bego,’ Saat itu sih Almira diem aja. Saya pun gak sadar salah. Eh tak taunya diemnya Almira itu menyerap ya. Tau-taunya dia suatu saat bilang, ‘Koblooook..’. Duuh saat itu saya deg-degan, jantung ini serasa mau copot. Lalu suami langsung turun tangan, menjelaskan padanya kata seperti itu tidak baik. Saya juga suami saat itu pun langsung minta maaf pada Almira karena sempat lepas kontrol yang akhirnya ditirunya. Kala itu spontan Almira langsung tersenyum sambil angguk-anggukkan kepala. Duuh lega nya… juga nyesel berlaku yang tidak baik di depan anak.”

RESPEK BERKURANG

Lalu apa pengaruhnya buat anak, jika kita yang justru melanggar larangan yang kita buat sendiri? Kalau anak tidak tahu, ya tidak jadi soal. “Namun… nah, ini yang penting! Jika sekalinya anak tahu bahwa ternyata orangtua melakukan apa yang dilarang, maka habislah kita! Respek anak terhadap orangtua cenderung berkurang. Anak merasa dibohongi dan motivasinya melakukan perbuatan baik jadi berkurang,” jelas Nina. Saran psikolog ini, bila memang ada hal-hal yang dilarang buat anak tapi orangtua boleh melakukannya, maka anak perlu diberi alasan yang jelas.

Misal, Mama bisa mengatakan softdrink boleh buat orangtua karena tubuh orangtua lebih kuat, sementara anak belum terlalu kuat (bukan masih lemah). Mama Papa juga tak usah gengsi mengaku salah jika keliru. “Minta anak untuk mengingatkan orangtua kalau orangtua melakukan kesalahan yang sama lagi,” anjur Nina. Dengan demikian, lanjutnya, anak merasa dilibatkan untuk memperbaiki perilaku orangtuanya dan ia pun jadi lebih terbuka kalau orangtua mengkritik perilakunya. Untuk memudahkan si kecil memahami aturan, jelaskan dengan kondisi yang konkret. Contohnya, kalau kita bilang “Jangan boros beli sepatu,” itu kan kurang jelas batasannya.

Mempersiapkan anak untuk masuk ke universitas luar negeri merupakan langkah yang harus ditempuh sejak masih sekolah dasar. Selain persiapan dana, juga persiapan pendidikan tes masuk. Berikut adalah rekomendasi kami untuk mengenal ujian tes masuk universitas luar negeri yang bisa Anda akses di http://sat-jakarta.com/. Dengan demikian anak akan sangat siap untuk melaui semua tes yang akan dilaksanakan dan lolos dengan mudah masuk ke universitas yang terkemuka.