Ampuh! 5 Ramuan Penurun Darah Tinggi

Diposting pada

Darah tinggi atau akrab disebut hipertensi merupakan penyakit yang berbahaya. Darah tinggi kebanyakan dialami oleh orang dewasa karena gaya hidup yang tidak sehat. Tak usah khawatir, darah tinggi bisa dikontrol agar kembali normal dengan mengosumsi ramuan alami di bawah ini. Tentunya, ramuan ini aman bagi tubuh karena sama sekali tidak mengandung bahan kimia dan mudah ditemukan.

Seledri

Seledri menjadi obat alami darah tinggi dalam budaya China. Seledri tergolong ke dalam jenis sayuran berserat yang berperan sebagai deuritik. Di dalam seledri terkandung apigenin, manitol, dan apiin. Apigenin yang terkandung dalam ekstrak seledri bekerja memperlambat detak jantung dan menurunkan kontraksi jantung sehingga tekanan darah menjadi berkurang.

Sedangkan Manitol dan Apiin yang bersifat sebagai diuretik yaitu membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh, sehingga berkurangnya cairan dalam darah akan menurunkan tekanan darah.

Cara membuat ramuan seledri yaitu pertama sediakan seledri yang sudah dicuci bersih secukupnya lalu blender bersama satu gelas air. Kemudian, saring seledri yang sudah diblender lalu minum air sari seledri tersebut. Untuk mendapatkan tekanan darah stabil secara berangsur-angsur, kamu harus meminumnya dua kali sehari.

Bawang Putih

Bawang putih merupakan salah satu dari sekian banyak obat darah tinggi yang paling terkenal. Bawang memiliki sifat sebagai pengencer darah sehingga sangat efektif untuk mengatasi darah tinggi dan memlihara kesehatan jantung.

Sama seperti seledri, bawang putih juga sebagai diuretic yang dapat mengatur kelebihan natrium dan air dari tubuh, sehingga masuk ke urin. Bawang putih dapat langsung dimakan bagi kamu yang doyan makan bawang putih mentah-mentah.

Jika kamu tidak suka memakannya mentah-mentah, kau bisa meletakkan sepotong bawang putih pada mulut, lalu menghisapnya seperti permen selama 15 menit. Apabila kamu masih tidak bisa melakukan kedua cara tadi, kamu bisa menumbuk bawang putih hingga halus, lalu letakkan pada sepotong buah. Kemudian, buah tersebut dimakan bersamaan dengan tumbukan bawang putih.

Kapulaga

Kapulaga merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan untuk mengatasi penyakit jantung, ginjal, dan gangguan saluran pernafasan. Kapulaga bersifat antioksidan, antispasmodic, antiplatelet, dan antikanker.

Sebagai obat darah tinggi, kapulaga menyebabkan vasodilatasi atau melebarkan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah.Cara mengonsumsinya yaitu cukup campurkan satu sendok teh bubuk kapulaga dengan madu pada secangkir air hangat. Ramuan kapulaga ini dapat dikonsumsi sebanyak dua kali sehari.

Jahe

Jahe sangat baik untuk kesehatan jantung, menurunkan kolestrol, dan mencegah penggumpalan darah. Jahe juga berperan sebagai pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah. untuk obat herbal, jahe dapat diseduh dengan air hangat lalu dapat langsung diminum.

Mengkudu

Mengkudu atau lebih akrab disapa pace dapat mengobati tekanan dari tinggi karena didalamnya mengandung scopletin yang berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan memperlancar peredaran darah sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah. Dengan demikian tekanan darah menjadi normal.

Karena memiliki bau yang tidak sedap, sebaiknya sebelum dikonsumsi buah mengkudu diolah terlebih dahulu. Caranya, siapkan dua buah mengkudu dan gula merh secukupnya. Blender buah mengkudu bersamaan dengan gula merah dan satu gelas air. Jangan lupa saring sari buah mengkudu dan gula merah. Kamu bisa mengonsumsi ramuan ini tiga hari berturut-turut secara rutin.

Nah, itu dia kelima ramuan untuk menstabilkan darah tinggi kamu. Bagi kamu yang tidak memiliki waktu luang membuat ramuan tersebut, sekarang kamu tidak usah repot-repot. Pada zaman yang serba canggih ini, ramuan alami sudah bisa dikonsumsi secara mudah dengan bentuk jamu penurun tekanan darah tinggi dan banyak dijumpai pada pasar lokal. Semoga bermanfaat.

Untuk informasi selanjutnya silakan kunjungi jamu penurun tekanan darah.