Cara Budidaya Cacing Tanah Untuk Peluang Usaha
Cara Budidaya Cacing Tanah Untuk Peluang Usaha

Cara Budidaya Cacing Tanah Untuk Peluang Usaha

Diposting pada

Cara Budidaya Cacing TanahCacing tanah memang sekilas nampak menjijikkan, namun di balik bentuknya yang menjijikkan, cacing tanah memiliki beragam manfaat mulai dari manfaat untuk kegiatan pertanian hingga perikanan.

Cacing tanah bisa digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian, bahan makanan ikan hias serta pakan ternak seperti unggas atau ikan.

Cacing tanah juga bisa digunakan sebagai umpan saat memancing. Sehingga melakukan budidaya cacing tanah tentu takkan merugikan.

Guna melakukan budidaya cacing tanah, tanah sebagai media cacing harus mengandung bahan organik yang berasal dari daun yang gugur, kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati.

Cacing tanah biasanya akan berkembang biak atau mengalami pertumbuhan pada suhu antara 15-25ÂșC, suhu yang lebih tinggi dari itu masih memungkinkan bagi cacing untuk berkembang asalkan media tempat budidaya cacing diberikan penutup.

Usahakan agar tempat pemeliharaan cacing tidak terkena sinar matahari langsung.

Bibit cacing tanah biasanya dapat dibeli di beberapa toko pertanian, namun bila ingin mencari sendiri bibit cacing tanah bisa didapat dari tumpukan sampah yang membusuk atau tempat pembuangan kotoran.

Pemeliharaan cacing tanah sebaiknya dimulai dengan skala kecil dan cacing harus dipindahkan sebagian ke media lain apabila jumlahnya sudah mulai banyak.

Saat pertama kali meletakkan cacing tanah ke media yang sudah disiapkan, maka harus diamati terlebih dahulu apakah cacing betah di media tersebut atau tidak.

Caranya adalah dengan mengamati setiap 3 jam sekali apakah cacing tanah masuk ke dalam media atau tidak.

Bila selama 12 jam cacing berkeliaran di permukaan media, maka tandanya cacing tidak cocok dengan media yang telah disiapkan.

Pemberian pakan cacing tanah dilakukan sebanyak sekali dalam sehari dan pemberian pakan harus sama dengan berat cacing yang ada pada media pemeliharaan.

Pakan harus ditaburkan diatas media namun jangan sampai menutupi seluruh permukaan media.

Ketika proses perkawinan, sepasang cacing tanah akan menghasilkan kokon yang berisi telur.

Kokon memiliki bentuk lonjong dan ukurannya sekitar 1/3 dari besar kepala korek api. Kokon akan menetas dalam waktu 14-21 hari dan tiap kokon akan menghasilkan hingga 20 ekor.

Saat telur atau kokon telah banyak, maka media harus diganti supaya cacing bisa berkembang biak lagi. Biasanya penggantian media dilakukan selama 2 minggu sekali.

Saat cacing sudah siap panen, maka bisa diberikan penerangan pada media, cacing yang sensitif terhadap cahaya akan berkumpul dalam satu tempat di bagian atas media.