Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman
Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman

Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman

Diposting pada

Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Pada TanamanPenyakit layu fusarium adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang tanaman.

Penyebab utama penyakit ini adalah jamur Fusarium oxysporum. Peyebaran penyakit layu fusarium sendiri adalah dengan ditularkannya patogen melalui udara dan air.

Gejala Penyakit Layu Fusarium

Adapun gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit tanaman layu fusarium adalah sebagai berikut : Awal kemunculan penyakit ini ditandai dengan tanaman yang layu pada siang hari dan akan terlihat segar pada sore dan pagi hari.

Pada awal kemunculannya bisa terjadi pada seluruh bagian tanaman atau pada bagian cabang tertentu saja.

  • Gejala lain yang ditimbulkan adalah daun-daun tua menguning dan rontok, yang akhirnya menyebar ke seluruh bagian tanaman.
  • Akar tanaman yang terinfeksi penyakit layu fusarium membusuk dan berwarna hitam kecoklatan.
  • Gejala yang timbul pada pangkal batang ialah terjadinya pembusukkan. jika dipotong melintang, akan terlihat lingkaran berwarna hitam kecoklatan.
  • Jika penyakit ini menyerang tanaman pada saat masa pembibitan, tanaman gejala yang ditimbul ialah secara tiba-tiba layu dan mati.

Pengendalian Penyakit Layu Fusarium

Setelah mengetahui gejala yang ditimbulkan oleh penyakit layu fusarium, berikut ini adalah penjelasan mengenai cara pengendalian layu fusarium.

Di dalam upaya pengendalian penyakit ini sendiri setidaknya terdapat empat cara yang dapat dilakukan, antara lain:

1). Pengendalian penyakit secara teknis

Pengendalian penyakit ini secara teknis dapat dilakukan dengan  cara:

  • melakukan pergiliran tanaman.
  • Pengolahan lahan dengan membajak atau mencangkul.
  • Pemberian kapur pertanian sebelum melakukan penanaman.
  • Membuat bedengan dengan tujuan menghindari genangan air.

2). Cara Mekanis

Cara kedua adalah pengendalian penyakit dengan cara mekanis. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Penggunaan mulsa plastik pada saat musim hujan
  • Penyiangan terhadap rumput liar dan gulma pengganggu
  • Mencabut dan membakar tanaman yang terinfeksi
  • Menaburkan kapur pertanian pada bekas tanaman yang terserang.

3). Cara Organisme

Pencegahan dengan cara organik dapat dilakukan dengan pemberian trichoderma pada saat mempersiapkan lahan.

4). Cara Kimiawi

Adapun pengendalian dengan cara kimiawi adalah Dengan memberikan fungisida pada tanaman terserang. Misalnya dengan memberikan fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida, metalaksil, benomil dan lain-lain.