Doa Istisqa atau Minta Hujan

Diposting pada

Dianjurkan untuk membaca doa istisqa atau doa meminta hujan selama musim kemarau.

Doa Istisqa atau Minta Hujan

Tetapi baik bahwa doa istisqa dimulai dengan doa kemarahan, yang merupakan doa Rasulullah sebelum kesusahan umum, seperti dicatat oleh Bukhari dan pengikut Muslim.

لا إله إلا الله العظيم الحليم, لا إله إلا الله رب العرش العظيم, لا إله إلا الله رب السموات ورب الأرض المالمان

Hari ilāha illallāhul ‘azhīmul halī, hari ilāha illallāhu rabbul’ arsyil azhmi, hari ilāha illallāhu rabus samāwā wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karmi.

Itu berarti, “Tidak ada Tuhan lain selain Tuhan yang besar dan kuat. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah yang mulia dari Arasy. Tidak ada yang lain selain Tuhan, Tuhan dari surga, bumi dan Tahta.”

Doa juga dianjurkan selama musim kering yang panjang karena penerapan air hujan adalah sebagai berikut.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Yā hayyu, ya qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu.

Yaitu, “O substansi yang benar dan lurus, dengan rahmatmu aku mencari bantuan” (Lihat Sheikh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H / 2012 M, juz II, halaman 366 ).

Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin juga mendesak orang untuk melipatgandakan doa, sebagaimana dinyatakan dalam ayat 201 Surat al-Baqarah.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allāhumma, rabbanā, atinin fid dunyā hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban ngari.

Artinya: “Ya Tuhan, Tuhan kami. Beri kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Selamatkan kami dari siksaan neraka.”

Berikut ini adalah doa istisqa yang disampaikan oleh berbagai komentator seperti Imam As-Syafi’i, Abu Dawud dan lainnya. Berikut ini adalah doa istisqa yang dikutip oleh Sheikh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H / 2012 M, juz II, halaman 366.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ

اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marīan (dan sejarah Murian) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’iman.

Ini berarti “Ya Tuhan, kirimkan kami air hujan yang bermanfaat, mudah, bergizi, padat, berlimpah, seragam, komprehensif dan bermanfaat selamanya”.

Allāhummasqināl ghaitsa, wa ra taj’alnā minal qānithīn.

Itu artinya, “Ya Tuhan, kirimkan kami air hujan. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyerah.”

Allāhumma inna bil “ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā ‘wal juhdi wad dhanki ma ra nasykū illā ilaika.

Itu artinya, “Ya Tuhan, ada begitu banyak pelayan, negara, dan hewan, dan semua makhluk lain berada dalam keadaan musibah, kelaparan, dan kesulitan di mana kami tidak mengeluh kecuali Anda.”

Allāhumma anbit lanaz zar’a, wa adirra lanad dhar’a, wasqinā min barakātis samā’i, wa anbit lanā min barakātil ardhi.

Dengan kata lain: “Ya Tuhan, tanami tanaman kami, buat ternak kami berlimpah, hujan turun atas kami berkat dari langitmu, dan tanaman kami dari berkat tanahmu”.

Allāhummarfa ” annal jahda wal jū’a wal ‘urā, waksyif’ annal balā’a oleh yaksyifuhū ghairuka.

Itu berarti, “Ya Tuhan, abaikan penderitaan karena kelaparan, kelaparan, kehancuran. Singkirkan bencana yang hanya bisa kau atasi.”

Allāhumma jika nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā’a alana alarārā.

Itu berarti: “Ya Tuhan, kami benar-benar meminta maaf kepada Anda, karena Anda memaafkan. Dan mengirim hujan turun ke atas kami dari langit Anda.”

Doa Nabi dibacakan oleh banyak narator. Wallahu alam. (Alhafiz K)

Sumber : https://waheedbaly.com/