Pemanfaatan Data Untuk Mendukung Tranformasi Digital

Diposting pada
Pemanfaatan Data Untuk Mendukung Tranformasi Digital

Ada tiga rekomendasi pemanfaatan data untuk mendukung transformasi digital sebuah bisnis dan organisasi.

Microsoft Asia telah meluncurkan studi terbaru bertajuk Asia’s Unlocking the Economic Impact of Digital Transformation in Asia Pacific. Studi ini melibatkan 1.560 responden dari berbagai industri termasuk ritel di 15 pasar, termasuk Indonesia. Temuan studi menunjukkan bahwa separuh dari total responden yang berasal dari industri ritel akan berfokus pada transformasi layanan pelanggan dan sistem pendukung sebagai bagian dari perjalanan transformasi digital mereka untuk menawarkan layanan yang berorientasi pelanggan. Terkait dengan studi ini, Microsoft juga menekankan akan pentingnya penggunaan data untuk mengakselerasi perjalanan transformasi digital sebuah bisnis dan organisasi.

Selain dapat mengukur kesuksesan transformasi digital, kapitalisasi data bisa digunakan untuk mengukur tingkat kesuksesan bisnis lainnya seperti advokasi pelanggan, keefektifan proses, dan layanan pelanggan. Haris Izmee selaku Presiden Direktur Microsoft Indonesia, mengatakan bahwa Microsoft telah melihat adanya peluang bagi pebisnis ritel di Asia Pasifik termasuk Indonesia untuk fokus pada empat area utama untuk membangun layanan yang berorientasi pelanggan di masa depan.

Pertama, mereka harus melebihi harapan pelanggan baik di toko maupun online. Kedua, mereka perlu mulai menciptakan insight yang dapat ditindaklanjuti untuk operasional intelijen guna memberikan penawaran yang mengutamakan pelanggan. Untuk melakukannya, peritel perlu memberdayakan karyawan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang mengedepankan penggunaan data dengan alat yang tepat.

Terakhir, mereka perlu memahami persaingan melalui inovasi di pasar global, papar Haris. Lebih lanjut, Haris juga merekomendasikan organisasi untuk memudahkan perjalanan perubahan data digital mereka melalui tiga tahapan pemanfaatan data sebagai berikut ini:

Pengumpulan data untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan
Organisasi ritel memerlukan strategi untuk mengelola arus data yang telah tersedia. Dipadukan dengan analisis big data, organisasi akan mampu mengembangkan insight real-time yang memberikan personalisasi pengalaman sekaligus memudahkan dalam proses pengambilan keputusan bagi karyawan.

Optimalisasi produk dan layanan yang ada melalui data

Data dapat digunakan sebagai aset optimalisasi proses dan mengembangkan analisis prediktif untuk meningkatkan layanan jasa dan produk di berbagai kanal. Pemain ritel juga bisa memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk personalisasi pengalaman pelanggan sekaligus mengurangi waktu untuk sebuah perkerjaan yang tidak membutuhkan kemampuan khusus.

Menciptakan model bisnis baru berdasarkan data
Data dapat digunakan untuk mengembangkan produk, layanan, pengalaman, dan model bisnis baru. Sebagai contoh, seperti produk RaaS (Retail as a Service) yang dikembangkan dari kolaborasi antara Microsoft Corp. dan The Kroger Co.

Kami percaya ini saatnya para pemain industri ritel di Asia, khususnya di Indonesia, untuk mempercepat perjalanan transformasi digital mereka dengan melakukan strategi transformasi digital yang menyeluruh, sehingga mampu bergerak lebih agresif ke arah pendekatan Intelligent Retail, pungkas Haris.

Pemasaran Online Untuk Menjaring Konsumen

Bagi pengusaha ritel apabila ingin meningkatkan pendapatan bulanan bisa memanfaatkan pemasaran online untuk menjaring konsumen yang lebih banyak sehingga pendapatan mengalami peningkatan dari sebelumnya. Apabila tidak ada waktu untuk melakukanya, coba pertimbangkan menggunakan jasa seo handal di semarang yang sudah banyak pengalaman dalam menangani pemasaran online.