Solusi Defisit energi membuat anak-anak lesu dan sulit berkonsentrasi

Diposting pada

Solusi Defisit energi membuat anak-anak lesu dan sulit berkonsentrasi

Aktifitas aktif untuk anak-anak selama sehari penuh = lari olahraga maraton. Kebutuhan energi harian yang tinggi dari anak-anak, jika tidak seimbang dengan input nutrisi dari makanan, dapat menyebabkan defisit energi. Bahkan, ini bisa dihindari dengan salah satu dari mereka dengan sarapan bergizi.

3 tanda anak kekurangan energi
Nah, Bu, mari kita periksa apakah anak Anda mengalami defisit energi? Jika ia merasakan 2 dari 3 tanda berikut, anak Anda harus menyadari adanya kekurangan energi.

Anak-anak kesulitan berkonsentrasi. Para guru di sekolah mereka mungkin telah melaporkan bahwa anak-anak mengalami kesulitan berkonsentrasi di kelas atau ketika mengerjakan pekerjaan. Atau ketika Anda memanggilnya siang hari, dia tidak bisa sering memahami pertanyaan yang Anda tanyakan. Ini menunjukkan bahwa anak kekurangan energi untuk tetap fokus dan penuh perhatian.

Anak-anak sangat lelah sepulang sekolah. Meskipun tidak ada kegiatan ekstra di sekolah, ia terlihat sangat lelah. Gerakannya juga tampak lebih lambat, meskipun dia tidak sakit.

Anak-anak bahkan tidak antusias melakukan kegiatan sederhana. Misalnya, bermain di halaman sekolah bersama teman-temannya.

Sarapan bergizi untuk mengatasi kesenjangan energi
Bagaimana kabarmu, Nyonya? Apakah anak Anda memiliki tanda-tanda ini? Jika demikian, Anda tidak perlu khawatir. Ini dapat diatasi dengan memenuhi kebutuhan energi harian anak dengan jumlah kalori yang sesuai dari sarapan yang bergizi.

Ingat, sarapan tidak bisa selama itu penuh atau ada sesuatu yang terjadi di perut, Nak, Bu.

Sarapan bergizi untuk anak dapat mewakili sekitar 25 hingga 30% dari total kebutuhan gizi (RDA). Karena itu penting untuk memastikan bahwa menu sarapan seimbang dalam nutrisi: karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral! Ref: https://www.sekolahan.co.id/

Karbohidrat akan memberikan energi sehingga anak-anak dapat bergerak sepanjang hari. Protein juga membantu anak-anak untuk tidak kelaparan sebelum makan siang.

Berkreasilah dengan menu sarapan yang menarik dan membangkitkan selera anak-anak. Misalnya, nasi goreng tortilla yang berisi ayam potong dadu, tomat, wortel dan sayuran lainnya. Nyaman dan mudah dilakukan. Bahan-bahannya tidak sulit didapat.

Jangan lupa untuk melengkapi sarapan anak dengan segelas MILO. Citarasa MILO yang baru dan lebih lezat, didukung oleh ACTIV-GO – kombinasi unik dari Protomalt, Vitamin dan Mineral. Vitamin B kompleks membantu melepaskan energi untuk mendukung aktivitas sepanjang hari.

Jadi Anda tidak perlu khawatir tentang anak-anak menghadapi kekurangan energi, di sekolah atau setelah sekolah.

Kenyataan: 4 dari 5 anak mengalami defisit energi karena mereka tidak sarapan atau menu sarapan tidak sehat. Sumber: https://www.pelajaran.co.id/