Unit K– 9 (Si Anjing Pelacak) Vs VTA (Vapor Trace Analyzer)

Diposting pada

Dalam kasus – kasus ledakan dan kebakaran, sering kali melibatkan 2 objek yang saling mendukung penyelidikan, yaitu Anjing pelacak yang tergabung dalam unit K – 9, dan mesin VTA (Vapor Trace Analizer) sebelum melimpahkan bukti – bukti ilmiah ke laboratorium.

Anjing Pelacak yang Tergabung Dalam Unit K – 9

Anjing – Anjing pelacak dilatih untuk berekspresi terhadap bau – bau khusus. Hal ini digunakan oleh para penyidik bila mereka harus mulai menggali informasi tetapi tidak dapat melihat petunjuk fisiknya. Dalam banyak kasus, inilah saatnya unit K – 9 ( Unit Anjing pelacak) bertindak.

Semua anjing anggota K – 9 belajar berekspresi terhadap bau – bau khusus seperti bau – bau narkoba, dan terhadap zat yang mudah terbakar dan zat – zat pemacu lainnya. Para petugas penegak hukum telah lama mengakui kehebatan penciuman anjing.

Bila anjing dapat mendeteksi narkoba dan manusia, mengapa tidak menggunakannya juga untuk mendeteksi kebakaran? Para anjing – anjing pelacak ini dapat mempersempit area pencarian TKP kebakaran hanya dengan mengendus puing – puing yang mencurigakan saat merasakan zat pemacu tertentu.

Tentu saja anjing tersebut tidak dapat menyebutkan zat apakah yang ditemukannya, namun anjing itu tahu zat itu ada di sana. Kuncinya adalah, para anjing pelacak dapat mendeteksi zat – zat yang dikenalinya, tetapi laboratoriumlah yang memberi tahu apakah temuan anjing itu benar dan jenis zat pemacu apa yang telah ditemukan.

“Orang yang menggunakan anjing sebagai ahli pelacak tanpa menggunakan laboratorium adalah orang bodoh.” Kalimat ini diungkapkan oleh Sersan Jeff Howard pada sebuah artikel yang berjudul “Arson Dogs”.

Anjing pendeteksi zat pemacu dapat menemukan jejak yang sedemikian kecil yang dapat lolos dari pelacak elektronik. Sebuah kajian independen menunjukkan bahwa anjing dapat melacak bensin yang sudah setengah menguap dalam jumlah sangat kecil yakni 0,1 mikroliter (atau sekitar 1/1000 tetes) secara tepat.

Anjing pelacak juga dapat memperingatkan para penyidik adanya penumpukan zat pemacu, bukan sekedar menemukan lokasinya saja.

VTA (Vapor Trace Analyzer)

Selain anjing, alat lain yang sering berada di TKP kebakaran/ ledakan adalah penganalisis jejak uap, yaitu VTA (Vapor Trace Analyzer). Perangkat ini adalah kromatograf gas” yang sangat sensitif, yang dapat digunakan untuk mendeteksi jejak – jejak hidrokarbon di udara di sekitar sisa zat pemacu.

Kebanyakan pelaku kejahatan kebakaran menggunakan hidrokarbon yang mudah terbakar berbasis minyak bumi, seperti bensin. Alat VTA bereaksi terhadap hidrokarbon.

Setiap VTA memiliki 3 bagian, yaitu :
1. Nosel,
2. Elemen pemanas, dan
3. Pengukur suhu

Operator menghisap udara di sekitar reruntuhan yang dicurigai, memasukkannya ke dalam VTA melalui nosel, seperti mesin penghisap debu. Sampel udara itu mengalir melalui pemanas dalam VTA. Jika sampel di udara itu terbakar di elemen pemanas, berarti terdapat hidrokarbon.

Pembakaran ini secara otomatis akan menaikkan suhu udara di dalam VTA, yang kemudian menaikkan suhunya. Setiap peningkatan pada pengukur dapat menunjukkan pada operator bahwa terdapat sisa zat yang mudah terbakar.

Selanjutnya, hasil penciuman si anjing pelcak dan hasil yang diperoleh oleh mesin VTA akan dibawa ke laboratorium untuk mengalami serangkaian pengujian secara ilmiah.

Sumber: Netsains